Kegiatan MPLS di sekolah Islam modern memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tauhid kepada siswa baru. Masa pengenalan lingkungan sekolah menjadi momentum emas untuk membangun fondasi keimanan yang kuat sejak dini.
Implementasi nilai tauhid dalam program MPLS memerlukan pendekatan yang sistematis dan terencana dengan baik. Sekolah seperti SMAIT Dipatiukur telah mengintegrasikan konsep ketauhidan dalam setiap aktivitas pengenalan lingkungan sekolah. Pendekatan ini menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi siswa baru.
Program MPLS Islami dimulai dengan pengenalan konsep “La ilaha illa Allah” sebagai pilar utama kehidupan muslim. Selanjutnya, siswa diperkenalkan dengan pemahaman bahwa Allah SWT adalah satu-satunya yang berhak disembah dan ditaati. Konsep ini kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai kegiatan interaktif dan menarik.
Kegiatan MPLS berbasis tauhid meliputi tadabbur alam untuk mengenal kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Siswa diajak mengamati fenomena alam sambil merenungkan kekuasaan sang pencipta dengan hati yang terbuka. Aktivitas ini memperkuat keyakinan bahwa segala sesuatu di alam semesta tunduk kepada kehendak Allah SWT.
Pembentukan karakter Islami juga dilakukan melalui pembiasaan ibadah berjamaah dan pengajian rutin selama masa MPLS. Program ini sejalan dengan panduan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tentang penguatan karakter dalam pendidikan. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenal lingkungan fisik sekolah tetapi juga memahami lingkungan spiritual yang akan membentuk kepribadian mereka.
Kegiatan MPLS Islami terbukti efektif dalam menciptakan generasi muda yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Integrasi nilai tauhid sejak awal memberikan bekal spiritual yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.